Tips Memulai Alternatif Investasi P2P Lending

Tips Memulai Alternatif Investasi P2P Lending

Operatorkita.com –  Tips Memulai Alternatif Investasi P2P Lending – Mungkin sudah terdengar umum dengan investasi yang satu ini, karena memang banyak diminati di kalangan masyarakat. Namun apakah kalian mengetahui tipsnya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Saat ini banyak sekali alternatif investasi untuk mengembangkan dana. Mulai dari jenis investasi konvensional seperti investasi di bidang saham, emas, properti, dan reksa dana. sampai kepada alternatif investasi seperti Peer-to-Peer Lending (P2P Lending).

Karena alternatif investasi peer to peer lending masih terbilang baru, dan hal ini memungkinkan bahwa masih banyak yang belum mengetahui secara detail tentang investasi P2P Lending ini.

Namun apa saja tips untuk memulai alternatif investasi P2P Lending? Berikut kami sampaikan di bawah ini hingga selesai, maka dari itu simak informasinya sampai akhir.

4 Tips Memulai Alternatif Investasi P2P Lending

Di bawah ini ada beberapa tips untuk memulai alternatif investasi P2P Lending yang wajib kamu ketahui, langsung saja kita bahas satu persatu di bawah ini.

1. Pilih Flatform Investasi P2P Lending yang Terdaftar OJK

Semakin berkembang industri P2P Lending dan besarnya potensi di masa depan membuat masyarakat berminat untuk memasuki industri ini. Namun, banyaknya perusahaan fintech peer to peer lending memiliki ancaman tersendiri.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri keuangan, maka tentunya harus ada pengawasan dan pengaturan dari transaksi yang berlangsung supaya tidak ada pihak yang dirugikan nantinya.

2. Mulai Dari Nominal Kecil Dulu

Banyak juga platform P2P Lending yang resmi terdaftar OJK di Indonesia yang menawarkan berbagai skema. Untuk bisa memulai, sebaiknya kalian memilih platform peer to peer lending yang memungkinkan untuk berinvestasi kecil-kecilan terlebih dahulu.

Tergantung dari masing-masing calon lender, ada platform yang bisa dimulai dari Rp.100,000 atau dari Rp.1,000,000 bahkan hingga nominal yang lumayan cukup banyak yaitu sebesar Rp. 5,000,000. Hal tersebut tergantung dari kemampuan finansial calon lender.

3. Pilih Platform Yang Menawarkan Agunan

Jika melakukan investasi tentunya tidak lepas dari risiko. Risiko paling besar yaitu terjadinya Gagal Bayar atau Kredit Macet (Non-Performing Loan), di mana dana yang diberikan sebagai pinjaman tidak bisa dikembalikan oleh peminjam.

Penyebab NPL bisa bermacam-macam, mulai dari kebangkrutan dari usaha peminjam, penyalahgunaan dana pinjaman, hingga bencana alam yang menyebabkan kemungkinan usaha tidak bisa beroperasi kembali.

4. Lakukan Diversifikasi

Selain dengan agunan, salah satu bentuk usaha untuk meminimalkan risiko P2P Lending yaitu dengan melakukan diversifikasi atau menyebar pinjaman tidak hanya ke beberapa UKM saja, tetapi ke berbagai UKM.

Banyak lender peer to peer lending yang hanya berorientasi kepada imbal hasil yang tinggi, namun mereka tidak menyadari bahwa semakin tinggi imbal hasil maka risiko pun akan semakin tinggi juga.

Akhir Kata

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Tips Memulai Alternatif Investasi P2P Lending, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua yang telah mengunjungi website kami, terimakasih.

You May Also Like

About the Author: Ajeng Cantika

Leave a Reply

Your email address will not be published.