Cara Mengetahui Peran Konsumen Dan Produsen Dalam Perekonomian

Cara Mengetahui Peran Konsumen Dan Produsen Dalam Perekonomian

Operatorkita.comCara Mengetahui Peran Konsumen Dan Produsen Dalam Perekonomian. Peran konsumen dan produsen sangat mempengaruhi perekonomian masing-masing negara. Investor dan pedagang akan merasa sulit untuk mempelajari analisis fundamental jika mereka tidak memahaminya.

Tanpa disadari, sarana untuk memenuhi kebutuhan yang ada di bumi ini terbatas. Oleh karena itu, manusia harus selalu bertindak secara ekonomi dalam menjalankan kegiatan ekonomi, baik yang berkaitan dengan usaha memproduksi barang dan jasa (produksi), maupun menggunakan sarana pemenuhan kebutuhan (konsumsi).

Ini berarti bahwa setiap penggunaan sumber daya alam dan sarana untuk memenuhi kebutuhan harus dapat menghasilkan kepuasan atau keuntungan maksimal bagi para aktor.

Dalam kehidupan maupun dalam tindakan ekonomi, manusia harus selalu mempertimbangkan perbandingan antara pengorbanan dan hasil yang ingin dicapai.

Baca Juga :

Salah satu contoh, seorang investor dihadapkan antara dua deposito yang keduanya jangka waktu 1 tahun, tetapi dengan pilihan bunga 5% dan 10%. Yang mana yang akan dia pilih? Jika kita mempertimbangkan pengorbanan waktu yang sama (1 tahun), maka tentu saja deposito bunga 10% lebih baik daripada alternatif lain.

Pada dasarnya prinsip ekonomi merupakan pedoman bagi manusia atau pelaku ekonomi dalam menjalankan kegiatan ekonomi untuk mencapai hasil yang maksimal. Konsumen dan produsen yang membangun fondasi ekonomi negara juga bertindak berdasarkan prinsip yang sama.

Peran Konsumen Dalam Perekonomian

Anda pasti merasa bingung saat memilih barang di pasaran. Dengan jumlah uang yang terbatas di dompet, Anda harus hati-hati menentukan pilihan barang yang akan dibeli.

Misalnya, Anda diberi uang saku sebesar Rp44.000 per hari. Dalam satu hari, Anda bisa menghemat Rp 2.000. Setelah satu bulan berlalu, tabungan Anda sudah mencapai Rp60.000.

Pada awal bulan depan, Anda akan ingin membeli buku catatan, tas, pena, dan buku teks. Tidak semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sekaligus, mengingat terbatasnya dana yang anda miliki. Jadi, Anda harus bisa memilih kebutuhan apa yang harus diprioritaskan.

Produsen menyediakan berbagai macam barang dan jasa, sehingga setiap konsumen dapat memilih lebih selektif. Jika Anda memilih barang berdasarkan harga daripada kualitas, maka Anda akan membeli pena dan buku murah.

Jika konsumen dalam perekonomian secara agregat cenderung hanya memilih barang murah, maka produsen akan memprioritaskan produksi barang murah daripada barang berkualitas (yang seharusnya hanya dijual dengan harga yang lebih mahal).

Baca Juga :

Sebagai konsumen, tentu saja Anda memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan pilihan barang atau jasa. Secara lebih rinci, peranan konsumen mempunyai peranan antara lain:

  • Konsumen sebagai pengguna barang atau jasa yang diproduksi oleh produsen.
  • Konsumen sebagai motivator bagi kegiatan perusahaan. Semakin banyak barang atau jasa yang digunakan konsumen, semakin tinggi motivasi produsen dalam memproduksi barang atau jasa tersebut.
  • Konsumen dapat menciptakan efek berantai (multiplier effect) dalam penciptaan peningkatan pendapatan nasional suatu negara.

Peran Produsen Dalam Perekonomian

Dalam model ekonomi klasik, produsen adalah salah satu dari empat aktor penting kegiatan ekonomi. Peran produsen sangat penting, karena mereka adalah penyedia barang atau jasa yang dibutuhkan oleh tiga pelaku ekonomi lainnya: Konsumen, Pemerintah dan negara asing.

Selain itu, mereka juga berperan sebagai Pemberi upah bagi karyawan, pembeli bahan baku (SDA), penentu pemanfaatan lingkungan, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, produsen sangat responsif terhadap perubahan yang datang dari tiga pelaku ekonomi lainnya. Jika konsumen menghadapi kelaparan dan tidak mampu menyerap produksi, maka produsen akan merasakan penurunan penjualan.

Jika pemerintah menentukan bahwa pajak sangat tinggi sehingga konsumen enggan berbelanja, maka produsen juga akan menghadapi penurunan penjualan. Atau jika ada krisis di luar negeri, maka permintaan ekspor yang diterima oleh produsen pasti akan berkurang.

Jika produsen merasa iklim bisnisnya sehat dan optimis dengan prospek pertumbuhan ekonomi di masa depan, maka mereka akan menciptakan pabrik baru, merekrut karyawan baru, menaikkan gaji karyawan, dan sebagainya.

Pada gilirannya, optimisme produsen Kongregasi di suatu negara akan menggairahkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam perekonomian berbasis konsumen, gaji karyawan

Sebaliknya, jika produsen merasa iklim usaha yang buruk, maka mereka akan memotong ekspansi bisnis.

Ketika kondisi ekonomi memburuk, mereka akan enggan menaikkan gaji karyawan, berhenti mempekerjakan karyawan baru, PHK, atau bahkan menutup pabrik satu per satu dan kemudian gulung tikar. Kondisi ekonomi yang memburuk seperti itu disebut resesi.

You May Also Like

About the Author: Ranger Jingga

Leave a Reply

Your email address will not be published.