Cara Investasi Di Tengah Krisis Corona

Cara Investasi Di Tengah Krisis Corona

Operatorkita.com Cara Investasi Di Tengah Krisis Corona – Wabah virus Corona (Covid-19) memang menjadi momok yang mengerikan di dunia kesehatan.

Sebenarnya virus ini tidak terlalu berbahaya dan masih bisa disembuhkan karena pada dasarnya virus Corona tidak menyerang antibodi.

Sehingga sistem imun dalam tubuh manusia tetap dapat bekerja untuk membunuh virus Covid-19 dan juga menghasilkan zat yang dapat membuat tubuh manusia tahan terhadap penyebaran virus Corona.

Meski tidak terlalu berbahaya, masalahnya adalah proses transmisi sangat mudah. Oleh karena itu, sangat penting untuk memikirkan strategi investasi di tengah penyebaran Corona.

Di Indonesia sendiri, juga dikejutkan dengan kabar warga Indonesia yang telah terinfeksi virus Corona. Itu tidak berhenti di sini, berita terbaru juga memiliki korban. Meski begitu, masih dipertanyakan apakah penyebabnya terinfeksi virus Corona atau karena perawatan medis yang tidak tepat.

Jika dilihat dengan seksama, bukan hanya sektor kesehatan saja yang sudah mengalami dampak virus Corona. Dari sektor pariwisata juga mengalami dampak yang signifikan.

Misalnya, pariwisata di Indonesia akan ditutup untuk menghindari penyebaran virus Covid-19, yang juga mempengaruhi sentimen pasar ekonomi Indonesia.

IMF pesimis jika target pertumbuhan ekonomi global tahun ini sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebesar 2,9 persen, dan memprediksi penyebaran virus Corona akan mempengaruhi perekonomian dunia sebesar 0,1 persen hingga 0,2 persen.

Keraguan dari IMF membuat pasar saham jatuh dalam beberapa bulan terakhir. Indeks harga saham gabungan (IHSG) dari awal 2020 hingga akhir Februari terkoreksi 10,92 persen.

Investasi Saham Di Tengah Gempuran Corona, Apakah Bijaksana?

Menurut Ivan Jaya (head of Wealth Management & Premier Banking Commonwealth Bank), Pasar saham di Indonesia terkoreksi cukup dalam jika dibandingkan dengan IHSG yang turun 8,2 persen pada Februari lalu.

Sedangkan untuk BINDO (Indeks Obligasi Pemerintah Indonesia) tidak ada perubahan dengan pertumbuhan hanya 0,12 persen.

Ivan mengatakan bahwa koreksi yang terjadi membuat valuasi pasar saham lebih murah. Valuasi IHSG sekarang 2 kali lebih rendah di bawah standar deviasi rata-rata 5 tahun.

Dengan begitu, ada beberapa strategi investasi terbaik yang bisa dipertimbangkan saat Corona:

Jika Anda adalah investor yang agresif, strategi yang bisa dilakukan adalah tetap berada di pasar melalui penambahan dan penyeimbangan kembali porsi kelas aset saham dalam portofolio.

Untuk investor moderat, alihkan portofolio Anda ke kelas aset obligasi yang memiliki volatilitas lebih rendah jika dibandingkan dengan kelas aset saham. Selain itu, obligasi memiliki keunggulan tersendiri sebagai salah satu instrumen investasi.

Pertama, risikonya relatif lebih rendah. Kedua, investor mendapatkan kupon yang lebih tinggi dari bunga deposito. Ketiga, berpotensi mendapatkan Capital gain, jika obligasi yang Anda perdagangkan di pasar sekunder.

Investasi Alternatif Di Tengah Krisis Corona

Selain mengalihkan aset saham ke obligasi, emas bisa menjadi alternatif investasi teraman lainnya di tengah wabah virus Corona. Harga emas saat ini telah meningkat 38,7 persen selama tiga tahun terakhir.

Selain berinvestasi melalui Emas, valuta asing (forex) juga dapat digunakan sebagai alternatif investasi dalam kondisi ekonomi saat ini.

Peluang keuntungan bisa lebih fleksibel karena pasar selalu aktif dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Cara memulai investasi di pasar forex bisa disimak di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

You May Also Like

About the Author: Ranger Hitam

Leave a Reply

Your email address will not be published.