Bagaimanakah Cara Menghitung Pajak Trading Forex?

Bagaimanakah Cara Menghitung Pajak Trading Forex?

Operatorkita.comBagaimanakah Cara Menghitung Pajak Trading Forex? Sebelum trading forex, trader harus memperhatikan sejumlah aspek. Salah satunya adalah pajak trading forex. Simak bagaimana perhitungannya agar aktivitas trading lebih tenang.

Bagi mereka yang merencanakan kemakmuran masa depan, valuta asing (forex) dapat menjadi salah satu pilihan investasi yang menjanjikan. Karena itu, banyak broker forex bermunculan menawarkan keuntungan besar.

Seperti diketahui, trading forex adalah proses keuntungan dari naik turunnya harga mata uang. Keuntungan berasal dari pertukaran satu mata uang dengan mata uang lainnya dengan harga berbeda.

Karena bersifat global, pasar trading forex dapat dikatakan sebagai pasar terbesar dan paling likuid di dunia.

Sebelum trading forex, trader harus memperhatikan sejumlah aspek seperti memilih broker yang aman, cara menganalisa pergerakan harga, dan memilih pasangan mata uang yang tepat.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah mengetahui biaya yang dikeluarkan. Khusus untuk trader Indonesia, ada biaya selain spread, komisi, dan dana deposit ke broker yang perlu diperhatikan, yaitu pajak forex.

Perhitungan Pajak Forex

Pajak adalah pungutan wajib yang dikenakan pada berbagai kegiatan setiap warga negara. Penerapan pajak forex diatur oleh hukum.

Peraturan yang mengatur tentang pajak devisa dijelaskan dalam undang-undang Nomor 7 tahun 1983 dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf l. di sana, dinyatakan bahwa penerimaan devisa termasuk dalam objek pajak penghasilan.

Dikutip dari penjelasan Direktorat Jenderal Pajak, pengenaan pajak penghasilan dari perolehan devisa termasuk objek pajak belum final sehingga tunduk pada Pasal 17 UU PPh.

Perhitungan pajak devisa di Indonesia termasuk dalam Wajib Pajak Orang Pribadi yang dikenakan tarif progresif. Berikut adalah rincian:

  • Rp0 s. d Rp50. 000. 000,00 menilai 5%.
  • Rp50. 000.001, 00 s.d Rp250. 000. 000,00 Menilai 15%.
  • Rp250. 000. 001,00 s. d Rp500. 000. 000,00 Menilai 25%.
  • Lebih dari Rp500.000. 000,00 Menilai 30%.
  • Wajib pajak badan dan bentuk usaha tetap (BUT) sebesar 25%.

Jika pedagang menggunakan jasa broker dari luar negeri, kewajiban pembayaran pajak tidak dihilangkan sehingga pedagang tetap dikenakan pajak penghasilan. Alasannya adalah bahwa pajak forex didasarkan pada dua aspek: basis sumber dan basis domisili.

Direktorat Jenderal Pajak menjelaskan bahwa prinsip sumber berlaku untuk setiap subjek pajak yang menerima penghasilan dari Indonesia, sepanjang ketentuan peraturan perundang-undangan tentang subjek dan objek pajak terpenuhi.

Sedangkan asas domisili berlaku untuk setiap subjek pajak yang memenuhi ketentuan domisili di Indonesia. Oleh karena itu, pendapatan yang diperoleh, baik dari sumber pendapatan dalam dan luar negeri, masih dikenakan pajak penghasilan oleh pemerintah Indonesia.

Pengenaan pajak forex ini sebenarnya akan sangat menguntungkan, baik bagi trader maupun bagi pemerintah.

Mereka tidak perlu lagi menjelaskan aliran dana ke bank, sementara pemerintah dapat meningkatkan penerimaan negara dari kegiatan transaksi pedagang.

Waktu Pelaporan Pajak Penghasilan

Pelaporan pajak atas penghasilan dari selisih kurs dilakukan saat mengajukan SPT Tahunan sebagai bagian dari penghasilan lain (sesuai dengan instruksi untuk mengisi SPT Tahunan). Berikut ini adalah tenggat waktu pelaporan:

Wajib Pajak Orang Pribadi selambat-lambatnya 3 bulan setelah akhir tahun pajak.
Wajib pajak badan selambat-lambatnya 4 bulan setelah akhir tahun pajak.

You May Also Like

About the Author: Ranger Jingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page