Apa Itu Hawkish Dan Dovish Di Dalam Analisa Trading?

Apa Itu Hawkish Dan Dovish Di Dalam Analisa Trading?

Operatorkita.comApa Itu Hawkish Dan Dovish Di Dalam Analisa Trading? Analisis perdagangan tidak hanya bergantung pada pergerakan harga pada grafik, tetapi ada juga berita pasar yang berpengaruh. Untuk itu, maka Anda harus tahu istilah hawkish dan dovish.

Setelah mengetahui sejumlah istilah perdagangan seperti lot, margin, leverage, spread, dan sejenisnya, Anda mungkin menemukan bahwa anda cukup mengerti untuk memulai perdagangan.

Namun sebenarnya masih banyak istilah trading lain yang perlu Anda ketahui, terutama jika Anda ingin sukses dalam menganalisa pasar. Dua di antaranya adalah “hawkish” dan “dovish”.

Mengenal Hawkish

Apa itu hawkish? Pada dasarnya, istilah ini sering muncul dalam berita terkait kebijakan bank sentral. Jika dilihat dari segi bahasa, hawkish berasal dari nama hewan hawk yang berarti Elang.

Banyak orang berpikir bahwa elang adalah hewan yang agresif. Dengan demikian, istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada sikap agresif bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter.

Biasanya, pandangan seorang pejabat disebut hawkish ketika mereka percaya bahwa kebijakan moneter perlu diperketat, baik dengan menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus moneter. Sikap Hawkish biasanya muncul ketika perekonomian negara semakin cepat.

Mengapa keputusan ini harus dibuat? Bukankah lebih bagus jika ekonomi tumbuh dengan baik? Pendapat ini tidak sepenuhnya salah.

Tetapi harus diingat bahwa dampak pertumbuhan ekonomi yang masif adalah inflasi. Jika inflasi tidak terkendali dengan baik, justru dapat membahayakan kondisi masyarakat.

Dengan kecenderungan hawkish bank sentral, kenaikan suku bunga acuan akan mengerem pengeluaran publik dan mengalihkannya ke tabungan atau investasi. Dengan demikian, peredaran uang secara bertahap akan menjadi normal dan inflasi dapat dikendalikan.

Bagaimana dengan Dovish?

Tidak seperti hawkish, dovish berasal dari kata merpati yang berarti Merpati. Merpati dikenal sebagai hewan yang jinak, lembut dan patuh.

Biasanya, pejabat bank sentral yang memiliki pandangan Dovish berpendapat bahwa kebijakan moneter perlu dilonggarkan, baik dengan menurunkan suku bunga acuan atau menambahkan stimulus moneter.

Tujuannya adalah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, sikap dovish sering muncul ketika perekonomian negara lesu.

Apa pengaruh Hawkish dan Dovish dalam perdagangan?

Jika sikap hawkish kurang disukai oleh masyarakat umum, pedagang dan investor sebenarnya menyukai arah kebijakan ini. Secara teori, sikap hawkish berpotensi meningkatkan pengembalian yang diterima ketika pedagang berinvestasi dalam mata uang suatu negara.

Akibatnya, pelaku pasar akan menanggapi sikap hawkish bank sentral dengan tindakan pembelian yang menyebabkan nilai mata uang menguat. Misalnya, ketika pejabat Fed mengumumkan rencana untuk menaikkan suku bunga, nilai dolar cenderung menguat karena pasar sibuk membeli dolar.

Sebaliknya, dovish mungkin lebih populer di kalangan publik awam. Namun, arah kebijakan ini tidak selalu disukai oleh pelaku pasar.

Selain berpotensi menurunkan suku bunga, kebijakan longgar yang didorong oleh sikap dovish juga menandakan ketidakpastian dan perlambatan ekonomi.

Akibatnya, kepercayaan pedagang dan investor terhadap perekonomian negara berkurang. Pelaku pasar juga cenderung meluncurkan aksi jual sebagai tanggapan atas sikap dovish bank sentral, dan ini berdampak pada penurunan nilai tukar mata uang.

Apa perbedaan antara Bullish dan Bearish?

Selain hawkish dan dovish, istilah bullish dan bearish juga akrab bagi para trader. Tapi, apakah keduanya berbeda? Jawabannya adalah ya.

Pada dasarnya, hawkish dan dovish adalah pandangan tentang kebijakan bank sentral yang dapat menyebabkan harga naik atau turun. Sedangkan bullish dan bearish adalah istilah untuk menggambarkan kondisi pasar yang cenderung naik atau turun.

Sehingga dapat disimpulkan, hawkish dan dovish merupakan salah satu katalisator yang dapat menyebabkan pasar menjadi bullish atau bearish.

Hawkish vs Dovish, mana yang lebih baik?

Sulit untuk menentukan apakah hawkish lebih baik dovish atau sebaliknya. Hanya karena suku bunga meningkat, tidak berarti Kondisi akan jauh lebih baik atau sebaliknya.

Intinya, kedua pandangan tersebut sama-sama memainkan peran penting dalam keberlanjutan ekonomi suatu negara.

Misalnya, ketika kebijakan dovish diluncurkan yang mulai menaikkan inflasi secara tidak sehat, diperlukan sikap hawkish untuk menjaga keseimbangan ekonomi.

Oleh karena itu, pejabat moneter tidak selalu mematuhi satu pandangan. Pejabat yang sebelumnya hawkish dapat berubah menjadi dovish, dan sebaliknya.

Ini terjadi ketika Jenet Yellen, yang menganut pandangan dovish, mengubah posisinya. Mantan Ketua Fed sebenarnya telah memprakarsai arah kebijakan Fed yang telah lama mempertahankan suku bunga di kisaran 0%.

Ia percaya bahwa menaikkan suku bunga acuan adalah langkah yang tepat untuk merespon tingginya inflasi di AS.

You May Also Like

About the Author: Ranger Jingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page